Cinta Yang Bermula Dari Pandangan Pertama

Sesungguhnya awal tingkatan cinta adalah menganggapnya baik (Istihsan). Istihsan itu pada mulanya melalui pandangan, memang benar demikian, namun sesungguhnya itu barulah tingkatan pertama cinta.

“Sesungguhnya orang yang mengaku ia mencintai (seseorang) setelah melihat pertama kali itu membuktikan cintanya itu tidak lain hanya sekedar nafsu belaka. Seharusnya mencintai seseorang itu adalah setelah ia melewati masa yang cukup lama, ia telah berinteraksi akrab dan menyertai baik dalam keseriusan maupun guyonan dalam keadaan sedih maupun senang, maka mereka takan melupakan sama sekali cintanya itu”. (Ibnu Hazm)

Barang siapa yang mengaku mencintai seseorang ketika pertama melihatnya, itu berarti menunjukan kesabaran yang sedikit, sehingga kesenangannya juga akan cepat berakhir. Begitu juga dalam segala hal, semakin cepat tumbuhnya semakin cepat pula hilangnya dan semakin lambat tercapainya semakin lambat juga sirnanya.

Itulah cinta..!
“Cinta diperoleh melalui proses waktu, lalu merekah dan menjiwai diri kita”.

Adapun terkait dengan pandangan pertama, itu sebenarnya hanyalah rasa takjub yang berbuah cinta, namun terkadang tidak berbuah cinta, hanya sekedar rasa takjub saja.

Seseorang yang benar-benar MENCINTAI kita adalah seseorang yang selalu MENGHARGAI kita dalam hati dan prilakunya dengan ikhlas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s