Jadilah Pribadi yang Disukai

Kekerasan atau Mencoba Memahami ? Tuhan memberi kepada kita naluri. Dalam menjawab kekerasan secara naluri adalah dengan hal yang sama, yaitu kekerasan pula. Padahal sering kali kekerasan yang kita temui, dibangun oleh ketidakpedulian, ketidaktahuan, atau salah pengertian. Seringkali, bila tiap pihak mengembangkan pengertian lebih baik akan pihak lain, kita tidak akan memiliki alasan untuk marah.

Ketika kita menghadapi kekerasan, sebaiknya kita sisihkan waktu untuk menjelaskan secara tulus, jelas dan sabar tanpa rasa sinis dan amarah pula. Letakkan diri kita, pada posisi orang lain. Telusuri cara berfikir dan sudut pandang mereka. Serta jangan mengubur kemarahan dengan dendam.

Bagaimana kita bereaksi terhadap kekerasan adalah tergantung pada diri kita sendiri. Kita dapat adu keras hingga tak seorang pun menang. Hingga semuanya menyesal akan kemarahan yang mereka luapkan. Atau anda dapat memberi pengertian sehingga anda pun mendapat pengertian.

Pengertian mendinginkan amarah. Pengertian membuka jalan bagi kesepakatan dan kerja sama. Ya. Memang ada orang yang sekedar ingin marah tak peduli apapun tetapi ada juga yang sebenarnya minta untuk dimengerti.

Sahabat, kobaran api tidak akan pernah dingin dengan api pula
Panasnya matahari tidak akan dingin dengan matahari pula
Kerasnya batu akan sama-sama hancur jika beradu dengan batu pula

Tetapi …
Kobaran api akan berhenti dengan air
Panasnya matahari akan menghangatkan jika dengan awan dan angin serta
Kerasnya batu dapat luluh oleh percikan air.

So, pintar-pintarlah dalam memilih sikap dalam kehidupan ini
Orang yang kuat adalah orang yang memilih mencari titik temu dan mencari tahu. Orang yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan amarah.

Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda : “Bukanlah dikatakan seorang yang kuat itu dengan bergulat, akan tetapi orang yang kuat dalam menahan dirinya dari marah”. (Muttafaqqun’alahi).

Contoh amarah yang diluapkan adalah menghakimi seorang siswa didepan teman2nya tanpa alasan yang jelas. Buat yang senang menampar, entah itu menampar pasangan, anak ataupun siswa, malu donk.. itu membuktikan jika anda belum dewasa.

Notes : nasehat ini adalah untuk diri pribadi saya yang sedang belajar untuk mengendalikan amarah
(resensi.net)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s