Diantara Dua Pilihan !

Hari ini pulang kerja capek sekali, pekerjaan di kantor tidak dapat terbendung lagi dan semakin menumpuk. Ujian Sekolah sudah berakhir, seluruh warga sekolah khususnya SMPN 1 Tumpang mulai Repot dengan Raport. Seperti namanya Raport yang bikin Repot, sebagian kecil tugas itu aq juga membantu menyelesaikannya. Ditemani seseorang yang cukup setia dengan pekerjaannya, sebut saja beliau Umi Che adalah seorang Waka Kurikulum di sekolah ini dengan seabrek pekerjaan dan PR2 yang masih banyak harus diselesaikan. Selamat bekerja Bu semoga kita menjadi partner kerja yang kompakkk, jangan lupa update antivirusnya, wkkkk, ampun Bu !

Dirumah, buah hatiku Key masih terlelap dalam tidur siangnya … Emm alangkah nyenyaknya tidur Key, mungkin terlalu capek setelah seharian bermain dengan saudara2nya.

Aku berharap kalau capek begini tidak ada telepon berbunyi apalagi telepon yang datangnya dari tempat kerjaku, pasti lembur.

Kriiiiiiinnggggg, dugaanku tidak meleset, telepon berbunyi dan aku lihat itu adalah nomor kantorku. Akupun sengaja tidak mengangkatnya karena hari ini aku ingin bersama si kecil Key. Tidak lama kemudian ada pesan masuk trus aku buka isi pesanya “Lembur Boss”. Sengaja tidak aku balas, lagi2 si kecil jadi alasan.

Akupun berharap hujan segera datang, deras pun juga ngga’ apa2, cukup untuk dijadikan sebuah alasan kalo aku harus dirumah.

Gelegarrr,, do’aku terkabulkan.

Bunyi petir dibarengi dengan hujan deras langsung mengguyur bumi. Hujan deras sekali, seperti biasa  aq harus melakukan ritual khusus untuk menangkal bocor di dalam rumah jika hujan deras. Aku langsung lari ke belakang untuk mengambil ember, panci, baskom dan apapun itu untuk ritual ini. Dan … ritualpun dimulai, satu persatu ember dan teman2nya aku pasang pada tetesan air hujan yang jatuh dari atap rumahku. Lumayan, ember2 tadi untuk mencegah air hujan karena rumahku kalo hujan selalu kebanjiran.

Tapi, di belakang rumah nampaknya tidak bisa terbendung, aku terlalu disibukkan dengan ember2 tadi akhirnya banjir masuk rumah lewat pintu belakang …  So, selamat datang air hujan n silahkan membanjiri rumahku.

Akhirnya dari kedua peristiwa ini, aku harus bisa menerimanya. Andaikan aku berangkat lembur, aku harus merelakan seisi rumahku harus terisi air hujan, beruntung masih separo isi rumah. Pilih mana? lembur atau kebanjiran.

6 thoughts on “Diantara Dua Pilihan !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s