Masih Pantaskah Kupanggil Sayang ?

Suatu hari aku disibukkan dengan seekor kucing yang tenggelam ke bak mandi di belakang rumah. Meuw… 3x seolah menandakan bahwa ia minta pertolongan. Tanpa lama lagi aku mengambil kucing yang tidak bisa keluar dari bak mandi tadi. ketika aku mulai membersihkan bulu2nya yang kotor dengan air nampaknya kucing ini tidak nyaman. Merasa dia terganggu dengan apa yang aku lakukan, aku membiarkannya sebentar sesekali aku semprot kucing tadi dengan air supaya semakin bersih. Akhirnya kucing tadi menjadi bersih dan tidak ada lagi kotoran yang menempel pada bulunya. Kucing ini melahap bersih makanan apa saja yang aku berikan, setelah merasa kenyang kucing itu lantas pergi dari rumahku.

Keesokan hari kucing itu datang lagi dengan bulu yang rapi, seperti biasa aku mulai memberikan makanan yang aku taruh diatas piring, setelah makan kucing itupun langsung pergi lagi. Ini berlangsung sampai berhari-hari, dalam hati bertanya : kenapa hanya makanannya saja yang diambil? andaikata dia berada dirumah ini aku juga tidak keberatan. Tapi itulah kucing.

Dua minggu kemudian …

Kenariku bernama Kupret, padahal dari namanya saja semua sudah tahu Kupret itu apa? Nama yang kurang bagus untuk sebutan seseorang. Ya itu hanya nama buat seekor burung kenari yang aku beli dari  temanku, warnanya putih trus ada belangnya abu2. Padahal kata temanku itu namanya Kenari Bon, tapi kata temanku bagus juga nama Kupret. Dua hari sekali  si Kupret selalu aku jemur supaya bulu-bulu indahnya tidak rusak. Sangkar serta tempat makan dan minum selalu aku bersihkan.

Kenariku ini playboy …

Udah pada tahu kan playboy itu apa? Setelah aku kawinkan dengan kenari indukan si Kupret selalu aku pisahkan dari indukannya kalo sang induk sudah bertelur dan menetas. Si Kupret mulai berkicau tiap hari, tiap saat, bahkan dalam keadaan gelap diapun tidak berhenti berkicau. Hmm, si Kupret memang jagoan, dia selalu berkicau jika ada indukan yang siap untuk dikawini bahkan kenari-kenari ABG atau yang masih muda.

Katanya, kalau kenari yang sudah kawin tidak segera dikawinkan lagi maka bulu2nya akan rontok atau mabung dan kalau dikawinkan tidak akan bagus anakanya. Untuk mengatasinya aku menyiapkan kenari2 indukan yang sudah pernah memberikan keturunan ataupun yang masih muda. Si Kupret mulai aku pisahkan dengan indukan2nya yang telah dikawininya.

Tubuh si Kupret …

Hari ini aku melihat kondisi kenariku si Kupret sangat memprihatinkan, kalau tiap hari dia selalu berkicau kini kicauannya jarang terdengar. Sesekali dia berkicau lalu berhenti sambil menghela nafasnya. Dugaanku mungkin dia terlalu banyak kawin, jadi kondisinya semakin hari semakin memburuk. Tubuhnya yang dulu tegap dan selalu bernyanyi kini semakin kurus dan bulu2nya semakin rontok tiap hari. Segala cara sudah aku lakukan untuk menyelamatkan si Kupret, tapi tidak banyak membantu. Tiga hari sekali si Kampret selalu aku berikan vitamin, apel dan juga telur, tapi apa yang aku berikan kali ini tidak dimakan.

Kucing dan  si Kupret …

Dengan kondisi seperti ini, aku jemur si Kupret di tempat yang agak sepi dimana kebisingan dan suara2 yang mengganggunya tidak ada lagi. Setelah aku jemur si Kupret aku perhatikan dari jauh. Dari dalam rumah terdengar bunyi telepon berdering dan aku langsung lari mengangkatnya. Selesai pembicaraan aku langsung kembali ke tempat Kupret berjemur.

Alangkah kagetnya diriku, kucing yang tiap hari selalu aku beri makan ternyata datang tanpa permisi dan langsung menerkam si Kupret. Aku melihat si Kupret sudah berada dalam mulut kucing itu. Aku lupa memberikan makanan pada kucing yang datang tiap hari, akhirnya si Kupret menjadi sasaran empuknya.

Hatiku sedikit terobati setelah dua bulan kemudian anak2 dari si Kupret dengan indukan2nya menetas dan mulai tumbuh besar. Kelak anak2nya akan meneruskan generasi2 berikutnya tapi aku berharap supaya tidak playboy seperti si Kupret yang ujung2nya mati dengan mengenaskan. Selamat tinggal Kupret, selamat datang generasi baru kenariku.

Setelah aku bertanya ke beberapa temanku sesama hobby kenari, kata mereka si Kupret sakit gara2 gonta-ganti pasangan atau kawin dengan banyak indukan. Padahal putriku memanggil kucing/ kenariku dengan sebutan sayang. Kemudian aku berkata pada putri kecilku bahwa semanis apapun seekor kucing atau perilaku seperti seekor kenari seperti si Kupret tidak pantas dipanggil sayang. Bagaimana dengan anda? ada yang mau menambahkan komentar tentang tulisan2 di atas, silahkan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s