Menembus Kabut Bromo

Keberadaan Gunung Bromo dengan lautan pasirnya yang fenomenal sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Indonesia. Gunung Bromo merupakan salah satu gunung pada Pegunungan Tengger.

Libur semester telah tiba, mengisi liburan kali ini kami melakukan perjalanan “Menjelajah Gunung Suci Masyarakat Tengger” yang tidak lain adalah Gunung Bromo. Kegiatan ini kami lakukan untuk meringankan beban pikiran setelah berhari-hari disibukkan dengan kegiatan sekolah. Pukul 08.00 WIB kami melakukan perjalanan menuju kawasan ini, waktu yang amat siang untuk menikmati keindahan Bromo. Berangkat dari jalur selatan, Tumpang adalah jalur yang menurut saya paling enak untuk dilewati. Karena ditengah2 perjalanan sebelum menuju Bromo mata kita akan selalu dimanjakan oleh keelokan alam. Lokasi pertama menuju ke Ranupane, ujan deras mengguyur kami di sepanjang perjalanan tapi itu tidak menciutkan keinginan kami untuk menuju Danau Ranu Regulo. Begitu sampai di tempat tujuan rasa lelah dan penasaran kami terbayarkan. Pemandangan Ranu Regulo yang indah bisa terlihat dengan jelas, karena tidak terhalang dengan kabut. Pukul 12 siang kami beristirahat sebentar, sambil menunggu teman2 kami yang masih berada dibelakang barisan.

Pukul 12.30 kami meneruskan perjalanan menuju tujuan utama, yaitu Gunung Bromo. Sudah bisa dibayangkan betapa dinginnya udara disana. Namun inilah tantangannya, saya dan delapan orang teman kantor saya waktu itu sepakat untuk melintasi lautan pasir Bromo ini, meskipun melintasinya naik kendaraan Jeep beserta guyuran hujan. Menembus Kabut di Lautan Lautan Pasir Gunung Bromo yang dikelilingi bukit dan pegunungan, kami mulai menyusuri lautan pasir mengikuti pathok-pathok pembatas kawasan Gunung Bromo. Kami harus berhadapan langsung dengan kabut tebal yang saat itu mulai turun memenuhi lautan pasir ini. Pernafasan sedikit terganggu karena debu dari lalu lalang kendaraan, pemandanganpun jadi kurang begitu indah. Untuk melintasinya kami harus memakai masker. Tak hanya itu, kombinasi kabut dan debu tadi ternyata juga sukses membuat jarak pandang semakin terbatas. Ayo semangat !.

Di starting point pendakian ke kawah Gunung Bromo disitu sudah ramai orang yang sedang bersiap-siap. Banyak yang menawarkan ojek kuda, tapi kami tetap berkeinginan  untuk berjalan kaki hingga bibir kawah Gunung Bromo.

Sebelum sampai di bibir kawah ada seorang teman kami yang mendadak pusing. Padahal anak tangga tinggal 15 langkah lagi. Ayo semangat, tanpa berlama2 salah satu teman kami memberikan pertolongan. Setelah itu teman kami yang sakitpun melakukan perjalanan lagi sampai di bibir kawah. Sesampainya di bibir kawah, pemandangan yang luar biasa indah terhampar di hadapan kami. Sayang, sunrise yang menawan di atas kabut yang seperti gumpalan kapas raksasa itu tidak dapat kami lihat langsung karena kabut di atas Gunung ini sudah tebal, jarak pandangpun hanya sebatas 5m tetapi bagi kami itu sungguh pemandangan yang menakjubkan. Wujud syukur juga tidak lupa kami ucapkan karena kebesaran-Nya, panorama elok terpancar saat memandang pesona alam yang tidak akan pernah ada habisnya. Hmmm, benar-benar sore yang sempurna. Puas menikmati pemandangan dari bibir kawah, kamipun melewati lautan pasir lagi untuk kembali dengan guyuran hujan kami sangat menikmati perjalanan yang menyenangkan ini. Semoga sampai kapanpun Gunung Bromo akan tetap menawan seperti ini.  (gm_Corner)

7 thoughts on “Menembus Kabut Bromo

    • Iya mbak, soalnya pos pendakian ke bromo, semeru ada di desa saya tempat mangkalnya hartop.
      Bayarnya 600rb muatannya bebas mau diisi brp orang dan menuju dua lokasi danau ranupani & bromo.
      Ayo ajakin kopdar yg laen kesini.

    • Betul mbak 600 rebu harga tiga taun lalu, sekarang tarifnya naek drastis.
      kalo jeep tertutup bisa muat 10 orang, kalau jeep tutupan muat 7 orang. Rutenya dari tumpang – ranupane – bromo mulih e nang regulo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s