Kim Kurniawan Kunjungi Negsat

Tulisan saya kali ini tentang Kim Kurniawan, meskipun hanya sebagai juru tulis dan potret semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi semua, khususnya siswa SMPN 1 Tumpang Kabupaten Malang. Kim datang ke sekolah ini sekedar mampir, ngga’ tau angin apa yang membawanya kesini, Kim kesini bukan dalam rangka jumpa fans tapi sekedar diajak mampir oleh salah satu Bapak guru sebut saja Pak Sulastiman. Makasih Pak Timan, atas usahanya membawa Kim Kurniawan untuk anak2 terutama pecinta sepak bola di SMPN 1 Tumpang.

Kedatangan Kim membuat suasana dikelas saat jam pelajaran semua siswa sedikit demi sedikit mulai berhamburan keluar kelas. Namanya juga penggemar, dari kejauhan sudah terdengar teriakan2 memanggil namanya, Pak Timan, Pak Timan… Eh salah Kim… Kimmmm….

Ayo anak2, siapa yang mau berfoto dengan Kim, kata Bapak Kepala Sekolah. Satu persatu siswa mulai mendekati, sambil sesekali memegang sang idola untuk foto bersama. Suasana sekolah yang tadinya serius dengan mata pelajaran kini berubah jadi ajang semacam temu idola.

Kim Jeffrey Kurniawan yang lahir di  Mühlacker (sebuah kota kecil dekat Stuttgart) merupakan pesepakbola yang mempunyai garis keturunan Tionghoa-Indonesia dari sang Ayah. Kakeknya, Kwee Hong Sing tercatat pernah membela Persija Jakarta dan juga Tim nasional sepak bola Indonesia di era 1950-an. Kala itu, Indonesia ditangani seorang pelatih asal Yugoslavia, Antun Pogacnik. Di bawah asuhan Pogacnik, timnas lumayan bersinar.

Beberapa hal yang perlu dicatat adalah kesuksesan Indonesia meraih medali perunggu Asian Games 1958, nyaris mengungguli Uni Soviet yang diperkuat Lev Yashin di Olimpiade 1956, menundukkan China di Kualifikasi Piala Dunia 1958, dan menjuarai Piala Merdeka 1961 dan 1962 di Malaysia. Selain itu, Kwee Hong Sing juga mencicipi beberapa gelar bersama Persija Jakarta.

Ia direkrut Persema Malang bersama Irfan Bachdim, Kim di Persema Malang atas ajakan dari Timo Scheunemann, ketika pelatih Persema ini pulang ke kampung halamannya di Jerman. Beberapa minggu kemudian Kim bersama dengan Irfan Bachdim dan Alessandro Trabucco di undang datang ke Indonesia untuk bermain dalam laga amal bersama pemain-pemain berbakat lainnya untuk tokoh sepakbola Lucky Acub Zaenal dan Rusdy Bahalwan, di Malang dan Surabaya.

Dari tulisan ini banyak saran dan masukkan, harapan penulis semoga Bapak Kepala Sekolah sering2 mengadakan acara semacam ini tapi yang bersifat edukatif supaya anak2 lebih termovitasi dan juga berprestasi tidak hanya dari segi akademis tapi juga non akademis baik itu tentang bintang Sepak Bola, Musik dan lain-lain. (GM Corner)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s