Hati-hati !

Selamatkan Negeri Dari Pembodohan Musik

Permusikan dalam negeri sekarang ini dipenuhi musik-musik dengan aliran itu-itu saja yang kebanyakan hanya mengejar popularitas dan isi kantong tanpa memikirkan kualitas musik itu sendiri, hanya menjiplak genre yang sedang banyak digandrungi remaja, selain itu kebanyakan memanfaatkan degradasi selera musik konsumen tanah air yang mayoritas remaja-remaja labil serta fenomena “alay”. Menurut saya, hal ini saya sebut sebagai “PEMBODOHAN MUSIK”. Kenapa? Karena di tengah degradasi selera musik ini, mereka para orang-orang yang “bermain” di dunia permusikan ini bukannya mencoba melakukan gebrakan yang membawa perubahan tetapi justru ikut terbawa arus musik yang sering disebut “alay” ini, ya itu tadi hanya demi popularitas dan isi kantong.

Belum selesai kemu’akan saya dengan musik-musik jaman sekarang, tadi saya menemukan satu lagi kelucuan musik kita. Setelah lama tidak mengikuti perkembangan musik tanah air, waktu lihat televisi kebetulan pas ada tayangan salah satu acara musik di salah satu stasiun televisi swasta yang biasa tayang pagi-pagi itu. Disitu sedang menampilkan performance salah satu band tamu dengan vokalis cowok, vokalis cewek b’jilbab dan dua gitaris dengan rambut poni gorden khas band kurang bermutu, Kangen Band.

Band berikutnya saya kira ini adalah formasi baru Utopia Band karena penampilannya bagai rocker. Tetapi setelah mulai bernyanyi dan beberapa lirik terucap dari mulut sang vokalis, saya jadi agak mengernyitkan dahi saya, Apa-apaan liriknya kok kayak gini? Selain tidak nyambung dan sok puitis, kata-katanya seperti menyiratkan ke-mesum-an! Langsung saya google lirik yang saya tangkep, muncullah nama Winner Band dengan judul Kesaktianmu… What? Kesaktianmu? Ini lagu tentang pendekar atau apa? Begini kira-kira hasil search mbah google :

Lirik Lagu Winner Band – Kesaktianmu

Tatap matamu membunuh aku
Di saat malam itu
Peluk tubuhmu terangi aku
Di saat malam-malam gelap

Kesaktianmu membungkam mulutku
Menjadi lemah tak berdaya
Ingin ku ulangi dosa yang terindah
Yang pernah kita lakukan

Kau tikam aku dengan cintamu
Dan rasanya manis sekali
Rasanya manis sekali ih.. ih..

Kau berikan aku surga dunia
Dan rasa ingin ku ulangi
Rasa ingin ku ulangi ih..

Perhatikan kata-kata yang dibikin oleh pencipta tolol di atas, selain lirik norak seperti puisi gagal lirik tersebut bisa menuntun kebobrokan moral bagi pendengarnya, “berpelukan di kegelapan”, “dosa yang terindah”, “surga dunia” seolah-olah mempengaruhi pendengarnya (yang tentunya kebanyakan remaja yang dalam masa pencarian jati diri) adalah sesuatu yang biasa. Sungguh ironis sekali! Di tengah kebobrokan moral generasi muda kita, bukannya bikin lagu yang memberi pengarahan biar jadi lebih baik malahan bikin lagu mesum seperti ini!

Saya harap Pemuda Indonesia bisa selektif untuk memilih mana musik yang benar-benar berkualitas dan mana musik yang membodohi. Jangan cuma asal suka karena tema cintanya yang membuai-buai dengan lirik gagal seperti ini. Sudah saatnya permusikan Indonesia berubah, sudah terlalu lama diinjak-injak dan dibodohi oleh band-band yang gila popularitas dan harta. Tendang jauh musik-musik pembodohan dari Indonesia, sudah saatnya Pemuda Indonesia berpikir cerdas dan maju dalam musik, bukan terus-terusan terbuai lagu cinta aneh yang sekarang sudah menjangkit.

Salam Pemuda Indonesia.

6 thoughts on “Hati-hati !

  1. liriknya , sungguh sangat membuat risau akan nasib masa depan anak bangsa. ” dosa yang terindah ” tak ada dosa yang membuat indah,, yang ada hanyalah menyeret kepada kenistaan. merasa indah karena hatinya sdh tertutup oleh cahaya hidayah.. jadi teringat kata “indonesia dalam dekapan syahwat” mungkin lagu seperti inilah salah satu penyebabnya..
    wow.. ikut-ikutan emosi..
    salam kenal..

    • Terimakasih atas komentarnya.
      Mau dengerin / baca lirik yang lebih parah lagi ? cari liriknya lagu dangdut Kebelet Kawin … weee emosi kita tambah ngos2an …
      Salam kenal juga,
      Koq link blognya belum dapat saya kunjungi ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s