Tersenyumlah …

Tulisan saya kali ini tentang senyuman. Kita bisa menjumpai senyuman ini pada siapapun, kapanpun dan dimanapun kita berada. Jadi, tunggu apalagi? Silahkan membaca tulisan ini dulu apa tersenyum dulu? Terserah deh asal tidak tersenyum sendiri dan … Tersenyumlah … sebelum tersenyum itu saya larang !

Senyum itu memang aneh tapi nyata. Setiap orang punya bibir tetap tidak setiap orang biasa atau pandai tersenyum.  Senyum sendiri memiliki dampak yang bermacam-macam. Ada yang karena senyuman, orang menjadi teriris hatinya, inilah yang disebut “senyum sinis”. Ada juga “senyum menggoda” adalah senyum yang membuat orang yang melihatnya terjerumus ke lembah maksiat. Itulah senyum yang disunggingkan oleh beberapa laki-laki dan perempuan nakal dalam merayu atau menggoda orang lain.

Tetapi, ada juga sebuah senyuman yang membuat hati kita tergetar melihatnya. Itu adalah “senyum ketabahan”. Begitu pula dapat kita saksikan ada “senyum ketegaran”, yang dialami oleh orang yang tengah dilanda bencana berupa kepahitan hidup. Dari bermacam-macam senyum itu serta dampak yang terlihat pada diri kita, ada lagi senyum yang mampu membuat hati kita ikut bahagia. Inilah “senyum tulus” yang lahir dari hati yang paling dalam, yang lahir dari kerinduan ingin membahagiakan orang lain, yang lahir dari kerinduan menghormati orang lain. Dalam hal ini, Rasulullah SAW telah memberikan senyuman yang tulus dihadapan para sahabat. Beliau, dimata sahabat-sahabatnya selalu hadir dalam wajah murah senyum, wajah yang cerah, wajah yang indah.

Apa Keuntungan Tersenyum ?

Sebenarnya dari tersenyum, banyak keuntungan-keuntungan yang kita dapatkan salah satunya hubungan dengan orang lain secara lahir batin dan juga dengan Allah SWT menjadi multi manfaat. Contohnya bila kita mendengarkan suara yang bernada hangat di telepon, pasti penelponnya tengah tersenyum. Dengan kata lain meski kita tidak menyaksikan langsung, getaran senyumnya masih dapat kita rasakan.

Keuntungan Pertama, yang bisa kita dapatkan dari tersenyum adalah dari segi penampilan. Senyum itu bisa menambah daya tarik, walaupun ia seorang nenek-nenek yang sudah keriput di makan usia lagi ompong, namun kalau ia tersenyum pasti terlihat beda. Ada nuansa tersendiri lebih manis kesannya, lebih menawan, lebih menyejukkan. Coba kita lihat nenek kita masing2 … indah bukan kalau mereka tersenyum?

Keuntungan Kedua, dari segi kesehatan. Tentu saja orang yang murah senyum akan jauh dari stres. Jantungnya akan berdetak normal, peredaran darahnya akan mengalir dengan baik, terhindar dari aneka penyakit ketegangan. Karena senyuman akan mendorong hati menjadi ceria. Menurut seorang dokter, tersenyum itu ternyata mengandalkan 17 otot wajah. Sedangkan bila kita cemberut otot wajah kita akan tertarik lebih 32 otot wajah. Inilah salah satu sebab mengapa wajah terkadang cepat tua bagi orang yang jarang tersenyum.

Keuntungan Ketiga, dari segi hubungan sosial. Bagi yang ahli senyum pergaulannya terasa menyenangkan. Keakrabannya sangat terasa, selalu hangat bahkan mampu menambah semangat dibandingkan orang yang dalam pergaulannya selalu berwajah muram. Senyum dapat meluluhkan emosi yang marah. Bila ada seseorang yang marah pada kita, hadapilah dengan senyuman yang bening dan tulus. Asal jangan memberi senyuman yang berlebihan pada orang yang marah2, bisa jadi kena bogem mentah deh … (serius bacanya? ayo senyuuuuum).

Orang yang angker wajahnya selalu cemberut, terlihat sinis, ketus dan sebagainya. Mereka akan terasa lebih buruk walaupun ia terlihat cantik atau rupawan. Bergaul dengan orang yang semacam ini akan terasa tidak nyaman. Akibatnya apa yang dibicarakan selain tidak memiliki kehalusan budi bahasa juga membuat orang lain merasa tidak aman mendengar ucapan2nya. Kalau sudah seperti ini dan tidak hati-hati, maka senyum akan bisa menjatuhkan diri kita. Inilah yang disebut dengan “senyum yang tidak proporsional”. Ambil contoh seorang wanita tersenyum kepada sembarang pria, maka dipastikan ia telah menjatuhkan nilai dirinya.

Oleh karena itu dalam tersenyum kita harus benar2 memperhatikan situasinya. Mengetahui kapan waktu yang tepat, dimana tempatnya. Karena senyum yang terbaik pada dasarnya lahir dari hati yang tulus yang tahu kapan waktu, situasi dan kondisi serta tempat yang memungkinkannya untuk tersenyum.

Senyum yang proporsional biasanya dimiliki  oleh orang2 yang mempunyai kemuliaan kematangan pribadi dan kearifan. Sebaliknya senyum yang tidak proporsional biasanya dimiliki oleh orang2 yang emosional, mengikuti hawa nafsu bahkan terkadang dimiliki oleh orang yang dzalim, yang berbuat keji terhadap kita. Jadi, mari kita latih diri kita untuk tersenyum dengan tulus. Insya Allah, kalau kita tersenyum dengan proporsional saat berbicara dengan orang yang marah, dengan orang yang lebih tua atau dengan anak2 kecil, senyuman akan membuat suasana menjadi indah.

Hadapilah perjalanan hidup kita dengan senyuman yang tulus …

4 thoughts on “Tersenyumlah …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s