Boleh Jajan Sembarangan, Asal ?

Ada yang berbeda di SMPN 1 Tumpang dengan sekolah lain di wilayah kami, untuk membeli makanan dan minuman kita harus melakukan transaksi dengan menggunakan alat tukar yang berbeda, dan bukan menggunakan uang yang berlaku layaknya di sebuah Negara.  Dengan berbekal kertas saja baik siswa maupun tenaga pendidik disini bisa memperoleh jajanan/ makanan yang mereka inginkan. Ini maksud dari judul saya diatas Boleh Jajan Sembarang Makanan dan Minuman di sekolah kami asal? Pakai Voucher. Penasaran ? Simak tulisan saya kali ini … cekikot …

Latar Belakang ?

Pernahkan kalian melihat salah satu teman kalian melakukan kecurangan pada saat jajan di kantin sekolah? Atau jangan2, kalian sendiri yang melakukannya? Awas, kalau ketahuan ngutil akan diserahkan ke satpam sekolah, terus keesokan hari orangtua kalian dipanggil untuk menghadap petugas Bimbingan & Konseling. Hey,,, kebuka deh topengnya …

Ide ini muncul dari pengalaman yang dialami oleh petugas kantin dan koperasi siswa di SMPN 1 Tumpang, dimana pada saat melakukan transaksi jual beli makanan dan minuman tidak jarang ada beberapa siswa yang dengan sengaja melakukan kecurangan dengan cara mengutil beberapa makanan yang dijual. Iya, mungkin petugas kantin atau koperasi sekolah tidak mungkin memperhatikan satu persatu siswa yang sedang membeli makanan atau sekedar iseng melakukan aksinya. Ketika mengambil makanan lalu ditanya petugas “mana uangnya?” jawabnya pasti “udah bu tadi, tinggal kembaliannya” padahal jelas2 belum ngasih uang. Huuu,,, akhirnya anak2 tadi bisa “makan makanan gratis” yuk … mumpung petugasnya sedang kewalahan … tepok jidat dah (siswa sekarang gak jauh beda dengan siswa dulu).

Akhirnya pihak sekolah membuat terobosan supaya kecurangan ini bisa diminimalisasi, salah satunya dengan mengganti alat tukar yang tadinya uang asli dari Negara kita untuk ditukarkan menjadi voucher belanja dengan nilai nominal yang terdiri dari Rp 500,-  Rp 1000,- dan Rp 2000,-.

Contoh bagian depan alat tukar kami [voucher]

Syarat-syarat ?

“Voucher” di sekolah ini kami gunakan sebagai alat tukar, karena benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu, diantaranya :

  1. Voucher tersebut harus diterima secara umum (acceptability).
  2. Voucher di SMPN 1 Tumpang sudah memiliki nilai tinggi atau setidaknya dijamin keberadaannya oleh pihak sekolah.
  3. Bahan yang dijadikan voucher juga harus tahan lama (durability), kualitasnya cenderung sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan warga sekolah serta tidak mudah dipalsukan (scarcity).
  4. Voucher juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurang inilai (divisibility), serta memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).
  5. Voucher tersebut dicetak dan hanya berlaku di lingkungan SMPN 1 Tumpang !
  6. Dan dilarang keras dengan sengaja memperbanyak voucher ini tanpa seijin pihak sekolah … koq aneh? kalau ijin boleh kali ya? hehe … siap2 aja ancaman dendanya bersihkan kamar mandi sekolah tu …
  7. Ada yang mau tambahin ? … tanpa diskon !

    Contoh bagian belakang alat tukar kami [voucher]

Fungsi ?

Secara umum, voucher ini memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan kecurangan yang dilakukan oleh siswa. Penukaran uang asli dengan voucher ini diwajibkan untuk semua warga sekolah. Dari voucher yang telah mereka dapatkan, siswa bisa menukarkannya dengan makanan tentunya dengan nilai nominal yang sudah tertera di dalam voucher tadi. Untuk menukarkan uang asli dengan voucher ini, warga sekolah harus rela antri dari pagi hingga siang hari di petugas khusus. Yang lebih enak lagi, belum ada keterangan yang jelas dari sekolah sampai kapan voucher ini berlaku, unlimited …

Masalah ?

Apakah masih terjadi kecurangan? Sampai tulisan ini saya buat, belum terlihat beberapa siswa yang melakukannya. Justru voucher yang digunakan sebagai alat untuk menukar makanan/ minuman malah tersimpan rapi di dompet mereka masing2. Jika kami lulus nanti, voucher ini akan kami simpan sebagai kenang2an, dan ini berbeda pada sekolah2 lainnya, untuk membeli makanan kita tidak menggunakan uang asli tapi harus menggunakan voucher, ujar salah satu siswa.

Harapan ?

Semoga dengan beredarnya voucher di SMPN 1 Tumpang sebagai alat tukar ini, hal2 yang mengakibatkan kerugian di kantin maupun koperasi sekolah dapat diatasi, Amin … Ayo tukarkan uang kalian dengan voucher sebanyak2nya hanya di sekolah kami, Dilarang Keras memperbanyak voucher meskipun seijin Bank sekolah ! kalau ketahuan bisa jadi kalian akan bersih2 kamar mandi seluruh sekolah ini, he he.

[gm_corner]

10 thoughts on “Boleh Jajan Sembarangan, Asal ?

  1. Sebuah terobosan yg mantap mas Misbach….
    Membuat nilai lebih bagi SMP 1 Tumpang.
    Semoga tdk terjadi lagi kecurangan dan kerugian.
    Tapi ada yang lebih perlu diperhatikan, mental atau akhlak dr para siswa untuk tidak melakukan kecurangan atau pencurian. Sehinga dgn atau tanpa voucher, anak2 memang sdh mempunyai sifat jujur.
    Salam ya mas Misbach… Bagaimana kabarnya…?

    • Terimakasih atas komentarnya,
      Tentang mental dan akhlak dimanapun kita berada akhlak adalah nilai diri kita, jadi dengan akhlak yg baik hidup ini akan selalu dlm ridhoNya.
      Kabar hari ini ya Bun ? Alhamdulillah baik … do’akan saya kuat ya Bunda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s