Ode to my little brother …

Perjalanan menapaki hidup telah menanti di seberang pulau, kerinduan akan seseorang yang selama ini dirasakan bersama mulai terjarak oleh ruang dan waktu. Tapi segalanya harus tertanam dan berawal dari sini.

Kegelisahan menyelimuti diri sang Ibu, dan ini pernah aku rasakan sebelumnya, jauh dari orang2 terdekat sepertimu. Aku tahu apa yang Ibu rasakan saat seperti ini ; linang air mata, kegelisahan, rindu yang amat dalam, do’a serta harapan untuk orang yang dicintainya. Wajah kerut Ibu semakin nampak, berjuta kisah perjuangan hidup memang telah dilalui hingga anak2nya tumbuh dewasa. Dipelukmu, semakin tidak bisa membendung rasa kebersamaan yang telah dirasakan sebelumnya. Dan hanya satu pesan, “selalu mengingat-Nya”.

Kadang, hidup yang penuh perjuangan ini akan terasa sia-sia apabila kita tak merengkuhnya, tapi yakinlah suatu saat Allah akan melihat seberapa besar perjuangan yang kita lakukan, semua hanya dilakukan dengan kunci “keikhlasan”. Hanya ada satu prinsip yang bisa membuat kita yakin bahwa akan banyak cerita dalam hidup ini, percayalah, “aku mau, aku bisa”. Kita pasti akan dapat meraihnya, asalkan kita mau sekalipun itu sulit. Setiap langkah dalam kehidupanmu adalah makna. Selalu berusahalah dalam hidupmu untuk mencapai sesuatu.

Rumah dan tempat pijjaku semakin mengecil, semakin jauh dan tak terlihat lagi, manakala perahu kehidupan ini mengantarkanku menuju sebungkus cita.

For the people who gave me the motivation … MOTHER,
How are you today? Here is a note from your son …
Many things happened while I was live …

02102012 ; 08.30pm_

[ariwibie_hasan]

8 thoughts on “Ode to my little brother …

  1. Sebagai seorang ibu, sy bisa ikut merasakan bgmn rindu pada ananda yg berjauhan.
    Ditinggal anak2 liburan ke yogya 2 minggu saja, udah buat sy ngga tenang.
    Kasih ibu memang takkan lekang oleh apapun.
    Mengharukan mas Misbach.

    Oh ya, jgn lupa ikutan Lovely Little Garden’s First Give Away ya… Smp 13 okt batasnya.🙂

    • Thanks Bun,
      Saat rindu menghampiri, terasa menyakitkan …
      Kadang, di batas-batas kerinduan tak terasa airmata Bunda menetes.
      Seperti lagunya Kerispatih Bun, Tak lekang oleh waktu …

    • Thanks Bun,
      Saat rindu menghampiri, terasa menyakitkan …
      Kadang, di batas-batas kerinduan tak terasa airmata Bunda menetes.
      Seperti lagunya Kerispatih Bun, Tak lekang oleh waktu …
      Siap bunda, ini lagi dikebut ikut GA nya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s