Misteri Dibalik Layar Terungkap

(cerita sebelumnya) Tiba-tiba terdengar suara jeritan bersahut-sahutan dari balik layar yang tertutup.

Inspektur Suzana yang sedang menonton pagelaran wayang orang itu segera lari menuju panggung. Disingkapkannya layar. Tubuh Mudhoiso tergeletak dengan wajah membiru, matanya melotot seolah menahan sakit. Darah mengalir dari lehernya. Dirabanya nadi laki-laki berkostum Cakil itu. Tak ada denyutan lagi. Mudhoiso telah tewas.

Saat pertunjukkan digelar, ada beberapa keluarga dari pemeran utama lakon wayang orang ini yang hadir, salah satunya adalah kakak kandung Rikmo Sadhepo yang bernama Maskucel, dia memberikan support penuh atas pementasan adiknya dari kursi penonton.

Hadir juga dideretan kursi terdepan seorang wanita yang cantik menik2. Dia datang memenuhi undangan dari Pak Dhe Guslik, tentu meskipun tanpa seragam lengkap namun dia tetap cantik layaknya seorang polisi yang sedang menjalankan tugas dan wanita itu bernama inspektur Suzana, Pertunjukkan yang digelar semalam suntuk dan dihadiri oleh warga setempat tiba2 berakhir dengan drama tragis nyata, dikarenakan Mudhoiso pemeran Cakil tewas karena tusukan keris luk sembilan yang menghunus diseparo lehernya.

Dengan cepat Inspekpowered by abdulcholiktur Suzana memberikan instruksi kepada rekan2nya untuk segera mengamankan lokasi kejadian. Rikmo Sadhepo yang saat itu memerankan Arjuna hanya tercengang tak bisa berkata2, tubuh Mudhoiso tergeletak lemas dilantai. Rikmo Sadhepo segera diamankan oleh aparat berwajib.

“Semua crew yang berada ditempat kejadian ini dilarang meninggalkan tempat !” kata Inspektur Suzana. Sontak semua orang yang berada didalam arena pertunjukkan mematuhi perintah yang diberikan oleh Inspektur Suzana.

Rikmo Sadhepo sempat dicecar beberapa pertanyaan oleh inspektur Suzana, “kenapa keris itu bisa menghunus leher Mudhoiso sampai mengakibatkan dia meninggal ?” Tanya inspektur.

“Tidak tahu bu, saya hanya memerankan peran” jawabnya.

Menjalankan peran ? Tanya inspektur. Kalau sampai mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang maka kasus ini harus kami lakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Mas tulungen aku, mas … mas … aku takut atas semua kejadian ini mas”

“Mas … aku ga mau masuk tahanan” keluh Rikmo Sadhepo sambil menangis sesenggukan.

Tiada hentinya Rikmo menangis hingga inspektur Suzana menghentikan beberapa pertanyaan yang belum sempat dia berikan. Setelah selama satu jam Rikmo Sadhepo dimintai keterangan dan tidak menemukan titik terang, akhirnya inspektur Suzana meminta agar kasus ini dilanjutkan besok dengan menetapkan status Rikmo sebagai tersangka atas tewasnya Mudhoiso.

Didalam perjalanan pulang inspektur Suzana masih tidak percaya atas kasus yang ditanganinya bahkan dilihat langsung didepan mata. Sesampai dirumah, disertai hujan deras dan terselimuti dinginnya malam, dia berharap bisa tidur lelap agar besok bisa menyelesaikan kasus ini. Inspektur Suzana belum bisa memejamkan matanya, dia hanya mondar mandir diteras depan rumahnya. Diingatnya lagi kejadian malam itu, plak … plak … (tangan kanannya menggenggam dan sesekali dipukulkan ketangan kirinya yang terbuka).

Kemudian … Oh my God, ternyata laki2 itu. Seorang laki2 yang berada dibelakang saya waktu itu ! Diapun mengingat kembali suasana dikursi penonton saat pertunjukkan wayang orang berlangsung. Inspektur Suzana mengingat lagi adegan demi adegan pertunjukkan malam itu.

Disini tepatnya (celetuknya dalam hati). Tepat saat ditangkapnya pergelangan tangan Cakil lalu diputarnya dengan ujung keris mengarah ke tubuh sang raksasa, tubuh Mudhoiso ambruk dan saat itulah tiba2 dari arah belakang kursi Inspektur Suzana ada orang yang nyeletuk.

“Rasakno iku !!! Matilah kau Mudhoiso !!! Modar opo ora awakmu !!! kata laki2 yang duduk tepat dibelakang inspektur Suzana.

Inspektur Susana sempat mendengar kata2 semacam rasa puas yang diarahkan kepada Mudhoiso pemeran Cakil, dan ternyata dibelakang kursi tempat duduk inspektur Suzana saat itu adalah Maskucel yang tidak lain kakak kandung Rikmo Sadhepo. Inspektur cantik ini berpikir bahwa apa yang dikatakan Maskucel malam itu pasti terkait dengan peristiwa tewasnya Mudhoiso. Inspekturpun mengingat2 lagi isak tangis Rikmo Sadhepo yang malam itu seolah ketakukan sambil berkata “Mas tulungen aku, Mas … Mas”, ternyata yang dia sebut2 adalah kakaknya, Maskucel.

Pagi buta pukul 03.00 inspektur Suzana menuju rumah Maskucel lalu dibawanya dia ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Maskucel digerebek didalam rumahnya tanpa memberikan perlawanan. Rikmo Sadhepo yang tinggal tidak jauh dari rumah itu sempat mengintip kegaduhan dirumah kakaknya, diapun berharap apapun yang terjadi pada kakaknya ini adalah yang terbaik. Sesampainya dikantor polisi Maskucel langsung dicecar berbagai pertanyaan.

Inspektur Suzana bertanya : “Maskucel, saya sempat mendengar kata2 anda saat melihat pertunjukkan wayang orang malam itu terdengar puas sekali, apa maksud anda berkata seperti itu, disaat keris menghunus leher Mudhoiso ?”

“Kata2 yang mana bu ?” saya hanya memberikan tepuk tangan saat Cakil ambruk, jawab Maskucel.

“Apakah anda tidak tahu siapa yang duduk di depan anda waktu itu” ? Tanya inspektur Suzana lagi, dan anda adalah orang yang berada dibelakang saya.

Maskucel terdiam, selang beberapa menit tidak menjawab pertanyaan dari inspektur Suzana, dia mengakui apa yang dikatakannya malam itu. Saya puas bu, Mudhoiso tewas … Maskucel meneteskan air mata sambil sesekali mengusapnya dengan menggunakan kaos oblong yang dipakainya.

Inspektur Suzana_MudhoisoDisinilah Maskucel mengakui bahwa tewasnya Mudhoiso ditangan Rikmo itu bermotif dari rasa cemburu yang dipendamnya atas kelakuan Mudhoiso selama 2 tahun menjalin hubungan gelap dengan Srini, yakni istri Maskucel yang berakibat rumah tangganya berantakkan. Walaupun Mudhoiso dan Srini sudah menjadi suami istri yang sah, Maskucel masih mempunyai dendam kepada Mudhoiso dan salah satunya lewat pertunjukkan malam itu melalui tangan adiknya sendiri.

Iya, wanita seperti Rikmo Sadhepo yang ayu gandhes tidaklah mungkin memiliki kekuatan layaknya seorang laki2, yang mampu menghunuskan keris dengan sekuat itu kalau tidak ada dorongan emosional dari orang lain, gumam Inspektur Suzana”.

Misteri Dibalik Layar akhirnya terungkap juga, kerja keras inspektur Suzana dan rekan2nya membuahkan hasil. Inspektur Suzana menetapkan Maskucel kakak Rikmo Sadhepo sebagai tersangka atas meninggalnya Mudhoiso pemudah gagah yang memerankan Cakil dalam pertunjukkan Wayang Orang BlogCamp Budhoyo. Hanya satu permintaannya, Maskucel meminta kepada inspektur Suzana agar adiknya dibebaskan, karena motif pembunuhan itu ternyata berasal dari rasa sakit hatinya terhadap Mudhoiso yang merebut paksa Srini istrinya lewat hubungan terlarang. Sementara Rikmo Sadhepo harus tiga kali sehari minum obat, hehe maaf salah … (emang sakit ?) tiga kali seminggu Rikmo Sadhepo diminta untuk wajib lapor kepada kepolisian setempat.

Dikisahkan sebelumnya Maskucel tinggal bersama Srini di sebuah rumah sederhana. Kebahagiaan mereka terusik dengan hadirnya Mudhoiso yang berniat merebut istri Maskucel. Karena kebingungan, untuk meluapkan kemarahan serta sakit hatinya, Maskucel mencari cara untuk membunuh Mudhoiso.

The End

18 thoughts on “Misteri Dibalik Layar Terungkap

    • Oke mas, cuma ceritane ga ada yang hot markohot.
      Hehe, tunggu dulu kalo mau nitip salam buat Inspektur Suzana, ini saya lagi pedekate
      kalau ga keberatan tak salamin ke Rikmo aja yo …

    • Terimakasih Dhe,
      Saya sempat ngos2an ngejar tersangka bareng Inspektur Suzana, hingga akhirnya siapa dalang dibalik terbununhnya Mudhoiso terungkap …
      Salam balik dari Malang.

    • Iya Bunda, tp saya ga mau terlibat cinta terlarang,
      Hanya sekedar pedekate dengan inspektur Suzana (iseng2 berhadiah) hehe kalau terlalu iseng nanti dapat bogem mentah … gkgkkk …

    • Oke, maskasih, ukses juga untuk Mechta …
      Untuk keris itu sendiri menghunus artinya memasukkan keris kedalam wrangkanya / tempat keris…
      Kalau untuk cerita ini lebih mengarah keleher Mudhoiso ? (mikir bareng2) …

    • Awalnya sempat bingung mas, asal kita tidak terpengaruh dengan lakon wayangnya Cakil dan Arjuna.
      Imajinasi kita akan muncul kalau kita melihatnya dari sisi Mudhoiso dan Rikmo Sadhepo lalu tambahin aja tokoh2 lain dengan versi kita sendiri ..
      Ayo ikut meramaikan GA unik ini mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s