Aku Semaikan Cinta Untukmu …

Sesekali nenek itu menengok kearah pintu rumah sambil duduk di kursi teras depan rumah. Sepertinya ia sedang menunggu kedatangan seseorang. Duduk berlama2 dikursi tidak menyurutkan niatnya untuk selalu menunggu seseorang yang sudah lama tidak bertemu.

“Limabelas menit berlalu, seorang anak laki2 datang dan ia langsung menghampirinya. Tidak banyak kata yang terucap dari keduanya, wanita tua itu menyambut kedatangan laki2 itu lalu mencium pipi anak laki2 tersebut dengan penuh rasa sayang. Laki2 yang ditunggu itu adalah cucunya. Kesibukan ditempat sebagai tenaga kependidikan di sebuah sekolah negeri membuat laki2 ini kurang bisa menyempatkan waktunya untuk mengunjungi neneknya.

Singkat cerita sang nenek menceritakan kenangannya selama menikah dengan suaminya hanya ia rasakan selama 13 tahun. Pernikahan menginjak tahun ke tiga belas nenek ditinggalkan suaminya pergi menghadap sang Khalik. Pada saat itulah nenek harus menghidupi keluargannya bersama lima orang anak yang ditinggalkan kakek, anak pertama laki2 yang paling tua saat itu masih berusia 12 tahun dan empat anak perempuan yang masih kecil.

Saat ini nenek hidup bersama anak sulungnya bersama dua cucunya. Usianya sekarang 87 tahun dan nenek tidak punya tempat untuk berbagi cerita meskipun mempunyai tetangga dekat, keluarga dan cucu.

…” Kopi susu hangat tergenggam ditangan laki2 yang duduk duduk disebelah nenek kemudian laki2 itu mencoba mendengarkan apa keluh kesah nenek itu.

Nenek mengatakan pada laki2 itu, bahwa ia ingin sekali bertemu dengan seseorang yang dicintai. Memang tidak semuanya ia ceritakan ini karena pendengaran serta daya ingat nenek sudah tidak seperti waktu ia muda. Namun laki2 itu menangkap inti pembicaraannya bahwa ia sangat merindukan orang2 yang disayanginya termasuk suami yang meninggalkannya puluhan tahun yang lalu.

…” Kakek meninggal karena sakit. Saat itu kakek terjatuh dari atas atap rumah, kakinya menancap pada sebuah paku yang ada dibawahnya. Tubuh kakek menggigil disertai kejang lalu beberapa saat kemudian kakek menghembuskan nafasnya, kenang Nenek menceritakan kepada laki2 yang duduk disebelahnya.

…” Anak laki2 pertama nenek yang waktu itu berusia 12 tahun sudah harus meninggalkan bangku sekolah demi membantu perjuangan nenek untuk mencukupi kebutuhan adik2nya.

Laki2 yang duduk disebelah nenek itu matanya mulai berkaca2, manakala nenek menceritakan kisah perjuangan anaknya yang berusia 12 tahun sudah bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarganya. Bukan merasakan duduk dibangku sekolah untuk belajar dan mengejar cita2 justru perjuangan keras untuk keluarga harus dipikul bersama ibunya. Apapun dilakukannya saat itu menjadi kuli di usia muda, buruh tani, menggembala kerbau, mencarikan rumput kuda dengan bayaran yang tidak sebanding dengan kerja kerasnya.

Laki2 itu diam, ditaruhnya segelas kopi susu diatas meja yang baru sekali ia minum.

Laki2 itu meneteskan air mata, … Nek, itu Ayahku … tegasnya.

Tak sanggup ia mendengarkan penggalan2 cerita nenek tentang anak pertamanya laki2 itu bergegas masuk kedalam rumah sambil mengusap air matanya. Karena seseorang yang nenek ceritakan tidak lain adalah Ayah dari laki2 yang duduk disamping nenek.

Hingga diakhir pembicaraan, nenek hanya berpesan kepada laki2 itu “Bersyukurlah kamu dengan nikmat yang diberikan oleh Gusti Allah dan bersabarlah atas musibah yang kamu alami”, diusapnya juga air mata nenek perlahan. Aku Semaikan Cinta Untukmu, Nenekku …

Laki2 itu sempat berpikir tentang beberapa peristiwa yang sama2 dialami, yakni kehilangan orang2 yang sangat kita cintai. Semua orang pernah merasa kehilangan, jika Tuhan sudah berkehendak kita hanya bisa menerimanya.

Jika kakek dan nenek kita semakin tua, mereka sangat membutuhkan cinta serta dukungan dari cucu2nya. Tidak ada salahnya kita menunjukkan cinta pada kakek dan nenek selama mereka masih ada di dunia saat mereka merasa kesepian. Sedikit tips dari saya jika kita tidak bisa merasakan kebersamaan atau berjauhan dengan kakek dan nenek.

  1. Seringlah menjalin komunikasi dengan kakek dan nenek, karena hal ini sangat spesial meski hanya menanyakan kabarnya saat berjauhan.
  2. Tunjukkan cinta yang nyata untuk mereka. Cium, peluk atau berikan sesuatu/ kado kecil untuk kakek dan nenek kita. Karena hal2 seperti ini tentu menyenangkan hatinya.
  3. Kakek dan nenek juga ingin curhat, lebih tepatnya berbagi pengalaman tentang masa lalunya coba dengarkan dengan baik, pasti kita akan selalu ingin mendengarkan ceritanya lebih jauh lagi tentang masa2 yang dilaluinya.
  4. Sesekali bacakan saja buku, koran atau yang lainnya yang berhubungan dengan kesukaan kakek dan nenek, maka dia akan menghargai kita.

Sahabat, bukan hanya suami/ istri, anak, adik/ kakak yang harus kita cinta dan sayangi. Tapi kakek dan nenek juga sangat membutuhkan kasih sayang dari kita. Adakah beberapa diantara sahabat yang mempunyai kisah tentang kakek dan nenek untuk sebuah hubungan yang harmonis, manis dan bahagia ?

Tulisan ini diikutsertakan untuk dalam rangka Launching and Give Away Menyemai Cinta blog baru Bunda Lahfy (Niken Kusumowardhani).

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

11 thoughts on “Aku Semaikan Cinta Untukmu …

    • Terima kasih Kang, sudahkah Kang Achoy menyemai cinta untuk kakek/ nenek ?
      Kadang kita memang sering lupa, padahal kakek dan nenek juga sangat membutuhkan kasih sayang dari cucu2nya.

      • Kakek saya dah meninggal saat saya belum bisa melakukan banyak kebaikan, tapi nenek, alhamdulillah masih bisa menjadi saksi pencapaian2 cucunya🙂

    • Makasih om kunjungannya,
      Iya kadang kita sedikit egois terhadap keberadaan mereka, padahal dari kecil nenek/ kakek punya peran yang besar dalam membesarkan anak/ cucu2nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s