Robot Ciptaanku

Kriiing 3x …

Tanda akan dimulainya pelajaran disekolah kami sudah terdengar. Seketika itu pintu gerbang sekolah ditutup oleh penjaga sekolah. Sudah bukan pemandangan yang asing lagi jika masih ada beberapa siswa yang terlambat masuk ke dalam sekolah, dan membuat petugas sekolah kewalahan untuk menertibkan siswa2 ini.
“Ayo anak2 yang datang terlambat silahkan membuat satu barisan tersendiri”, tegas salah satu guru disekolah ini.
Untuk siswa yang sering terlambat petugas tatib sekolah akan memberikan sanksi ringan dimulai dari mengisi buku tatib, membersihkan ruang yang kotor, mengambil sampah yang berserakan atau yang lainnya. Memberi hukuman ringan kepada siswa disekolah sebenarnya bukan merupakan hal yang sederhana. Di satu sisi, hukuman harus membebani siswa untuk memberikan efek jera, tapi di sisi lain harus menjadi bagian dari proses pendidikan.

Aku dan Pak Marno

09.00 WIB ; Istirahat jam pertama disekolah kami.
“Anak2 tolong sampahnya dimasukkan kedalam tong sampah, jangan ditaruh begitu saja”. Kata Pak Marno. Tak jarang ada beberapa siswa2 tidak mengindahkan peraturan disekolah kami, sudah tahu kalau sampah2 itu harus dimasukkan kedalam tong sampah, ehh malah ditaruh begitu saja. Disinilah peran Pak Marno yang selalu peduli membersihkan sampah2 yang ditinggalkan begitu saja oleh anak2 setiap hari. Pak Marno sudah puluhan tahun bekerja di sekolah kami, sebagai pramu kebun sekolah.
Salah satu pekerjaan yang dijalani Pak Marno setiap hari adalah membuka pintu2 kelas yang digunakan untuk belajar siswa. Jumlah rombongan belajar disekolah kami mencapai 27 kelas, jadi ada 27 pintu kelas yang harus dibuka. Belum lagi ruangan2 lain yang harus dibuka oleh Pak Marno. Total setiap harinya Pak Marno harus membuka pintu2 ruangan jumlahnya sekitar 38 ruangan. Belum lagi kegiatan lainnya seperti menyapu halaman, mengangkat sampah, menyiram / merawat taman, membuatkan minum untuk tenaga pendidik disekolah kami dan masih banyak lagi.

“Dua tahun lagi saya pensiun Mas”, saya sangat menikmati pekerjaan saya ini tapi ingin sekali saya memberikan yang terbaik dalam hidup saya dan dalam hari2 terakhir saya selama bekerja disini, ucapnya kepada saya.
Tentu tigapuluh tiga tahun itu bukanlah waktu yang sedikit ya Pak, sampeyan sudah memberikan yang terbaik untuk sekolah ini, semoga Pak Marno bisa menikmati masa2 pensiun nanti bersama anak istri dirumah dengan bahagia” sahutku.
“Jujur, ada beberapa pekerjaan yang saya rasa sangat berat setiap hari Mas, tetapi disisi lain saya harus bisa menjalaninya karena ini adalah tanggungjawab saya” . “Mas, bolehkah saya minta tolong ?”
Silahkan Pak Marno, saya akan bantu selama saya bisa.
“Saya ingin … ingin … anu, saya … “ (sedikit canggung mengatakannya)
Kenapa anunya pak ? tanyaku dengan nada gurau, meskipun Pak Marno bukan tipe orang yang suka bergurau, tapi saya hanya ingin menghangatkan suasana saat itu.
… “Anu mas, saya ingin punya robot, agar bisa meringankan pekerjaan saya setiap hari di sekolah ini”.
Waduuuuh, kalau sekedar robot mainan saya bisa membelikannya nanti sepulang kerja, tapi kalau untuk membantu kegiatan sehari2 Pak Marno saya kurang tahu belinya dimana ya”.
“Iya, pokoknya keinginan saya itu harus terwujud Mas, saya tidak ingin orang yang menggantikan pekerjaan saya disekolah ini nantinya malas2an hanya karena pekerjaannya terlalu berat. Diusia saya yang tidak lagi muda siapa nanti yang akan menggantikan pekerjaannya jika saya sudah purna tugas ?.

Ide itu …

Demi mewujudkan keinginan Pak Marno, saya akhirnya mengunjungi teman saya. Teman saya adalah tenaga ahli dalam sebuah lembaga pendidikan yang mengarahkan perhatiannya kepada perkembangan teknologi baru yang innovative seperti halnya robot. Murid-murid disekolahnya terdiri dari usia dini hingga sekolah menengah. Kami berdua akhirnya mengerti apa yang sebenarnya Pak Marno inginkan. Pak Marno hanya menginginkan agar aktivitas yang dijalankan setiap hari disekolah kami bisa berjalan lancar tanpa ada kendala dan tentunya tepat waktu menggunakan robot. Inilah tugas berat yang harus dipelajari teman saya selama berhari2. Ada juga beberapa level yang sempat saya pelajari dalam dunia robotic mulai dari level beginner, level mechanic, level robotic basic / programming hingga level robotic intermediate / real life project. Kalau dijelaskan panjang sob, jadi itu intinya kalau ingin belajar tentang robotic.
Kami mulai disibukkan dengan rencana besar ini, dari menerapkan semua teori mengenai robotic kedalam aplikasi-palikasi/ project-project dalam kehidupan sehari-hari hingga bisa mewujudkannya agar nantinya bisa menyelesaikan masalah atau pekerjaan2 Pak Marno. Tidak hanya satu robot yang kami ciptakan, tapi lebih dari satu robot. Jujur, ini bukanlah hal mudah bagi saya, bahkan saya tidak mempunyai keahlian untuk menciptakan sebuah robot tapi berbekal kemauan dan kerja keras saya yakin bisa mewujudkan keinginan Pak Marno.
Akhirnya kami bekerjakeras untuk membuat lima jenis robot yang dirasa sudah cukup untuk membantu pekerjaan Pak Marno dengan memberi nama pada masing2 robot, diantarnya adalah :

robogarden

  • RoboGarden, tugas dari robot ini adalah membantu kegiatan sehari2 Pak Marno dalam urusan taman sekolah. selain bisa menyiram / merawat tanaman sekolah, robot ini bisa mengeluarkan air busa yang mengakibatkan mata pedih jika ada beberapa siswa2 yang usil atau merusak tanaman.

roboclass

  • RoboClass Tugas robot ini adalah membantu mengawasi aktivitas siswa dikelas saat jam pelajaran ditinggalkan oleh guru kelas. (hari gini masih ada guru yang meninggalkan jam kelas ?). Guru yang meninggalkan kelas memiliki akses pada Roboclass semacam remote control, jadi apabila robot ini melihat aktivitas siswa yang aneh didalam kelas, remote control pada guru yang bersangkutan akan menerima tanda/ sinyal dari kelas yang ditinggalkan.

robogate

  • RoboGate, tugas dari robot ini adalah membuka semua pintu2 ruang kelas belajar dan juga ruangan2 aktivitas lainnya,. Ada tiga versi yang kami ciptakan untuk masing2 kelas, mengingat jumlah kelas terdiri dari kelas 7, 8 dan 9 yaknik RoboGate7, ROboGate8 dan RoboGate9.

roboguard

  • RoboGuard, tugas dari robot ini adalah memantau aktivitas siswa, robot ini selalu mengelilingi lingkungan sekolah pada saat siswa berada diluar kelas. Robot ini akan mengidentifikasi kenakalan siswa melalui mata, misalnya jika ada seorang siswa yang terlibat perkelahian dengan cepat robot ini akan mengenali pelaku dengan mengindentifikasi matanya, lalu petugas tatib sekolah akan mengambil data siswa yang berkelahi berdasarkan hasil print out data dari RoboGuard.

roboworkers

  • RoboWorkers, tugas robot ini merupakan yang paling berat, robot ini kami rancang khusus sebagai pekerja untuk memindahkan tool, material, berat untuk berbagai tugas dengan Pak Marno dan juga mengendalikan pekerjaan2 lainnya.

Cuci Muka …

07.00 WIB ; didepan pintu gerbang sekolah.
“Atas keterlambatan ini Anda saya tunggu diruangan saya,” tegas Bapak kepala sekolah kepada saya.
Iya pak.
“Apa alasan Anda sampai terlambat limabelas menit datang disekolah, bukankah limabelas menit sebelum bell masuk berbunyi kita harus lebih dulu datang untuk menyambut siswa2?”
Maaf Pak, saya sedang mengerjakan sebuah proposal dan bisakah Bapak melupakan sejenak keterlambatan saya lalu ijinkan saya mengajukan proposal robotic. Karena hal ini tidak lain adalah demi kemajuan sekolah kita, jawabku.
(Seketika proposal yang saya ajukan akhirnya dibaca oleh Bpk Kepala Sekolah, dengan harapan semoga keinginan saya dan juga Pak Marno selaku pramu kebun segera diwujudkan).
Bagaimana Bapak ? Tanyaku (sambil sesekali mengucek mata ini yang sedikit sembab karena proposal yang saya lembur hingga larut pagi).

klik klok 2x (suara jam dinding) lalu …
“Apaaaa !!! “ darimana kita dapat uang sebanyak itu ? satu milyard itu uang semua ya ?” Itu bukanlah hal yang mudah untuk Anda wujudkan apalagi kita harus melibatkan wali murid untuk menciptakan robitic khayalan Anda … Wahh yang benar aja anggaran satu milyard untuk pembuatan robotic sekolah.
Mengakhiri perbincangan ini saya langsung pamit meninggalkan ruang kepala sekolah, rasanya sudah cukup mendengar jawaban dari Bapak Kepala Sekolah walaupun hati saya sangat kecewa karena khayalan saya dan Pak Warno belum terwujud.
Ada yang salah dengan ide gila ini atau dengan muka ini, sudahlah … sayapun harus keluar masuk kamar mandi untuk membasahi muka ini berkali2 sambil ngedumel ngipi … ngipi … ngipi … “khayalanku kandas” … pyok pyok pyok … basuh muka lagi. Besok ngayal lagi …

“Lebih baik saya mengikutsertakan khayalan ini dalam Giveaway Khayalanku yang diselenggarakan oleh Cah Kesesi Ayutea”

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

16 thoughts on “Robot Ciptaanku

    • Tentu saja mbak, apalagi robotnya bisa diremote dari rumah lebih ringan lagi tugas2 gurunya.
      Tapi kalau di sidak gimana ya? hahaa.
      Sukses juga untuk mbak Tarry, udah ikutan GA Khayalannya mbak Noorma.

    • Ma’af 3x … ibarat film kartun semuanya tidak ada yg tidak mungkin, ini khayalanku masbro.
      Tapi saya sendiri kurang setuju jika orientasi penciptaan robot ini untuk memudahkan pekerjaan pendidik atau tenaga kependidikan. Nanti yang malas kerja jadi tambah malas, hehe..
      Makasih do’anya.

    • Baiklah, nanti akan aq buatkan robot bukan hanya untuk mencuci baju, menemani jalan2 ke mall atau ke kondangan juga akan aq buatkan, gkkgk … mauuuuu donk jadi robotnya, pasti semua pingin jadi robotnya.
      Sip, udah tak polooow .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s