Hidup Cuma Mampir, Ditanyai Kapan ?

01/01/2014
kapanMakna tahun baru bagi saya adalah adanya perubahan. Berubah ke arah yang lebih baik dari tahun sebelumnya atau sebaliknya. Bagi sebagian manusia merayakan pergantian tahun dilakukan dengan cara yang berbeda, dengan penuh antusias, penuh optimisme dan penuh semangat. Semoga sukses dan keberkahan selalu dilimpahkan pada yang jujur serta ikhlas menjalani kehidupan ini. Selamat menikmati pergantian hari, seiring berlalunya kenangan tahun 2013 mari kita sambut harapan di tahun 2014.

Kapan ?
Tahun baru adalah momen panen “kapan”. ungkapan ini bisa kita dengarkan dimana saja, setiap waktu. Tak sedikit orang disekeliling kita bertanya, apakah itu sekedar guyon atau serius menanyakannya. Kapan pacaran ? kapan menikah ? kapan punya anak ? kapan punya anak lagi ? kapan berhenti merokok ? kapan berhenti selingkuh ? kapan berhenti numpang mertua ? kapan punya rumah sendiri ? kapan punya mobil ? kapan naik jabatan ? kapan punya blog ? kapan ngeblog lagi ? kapan ini atau kapan itu ?. Bahkan ungkapan kapan bukan hanya datang dari satu sisi tapi juga datang dari banyak sisi dan ini hak prerogatif yang dimiliki oleh semua orang terlebih orang terdekat atau keluarga kita.

Entahlah, ungkapan ‘’kapan’’ ini sekedar sungguh ingin tahu atau sungguh perhatian kepada kita atau karena hidup mereka lebih sukses dan punya banyak pengalaman hidup hingga ada orang2 sekitar kita yang menggelontorkan kata “kapan”. Atau karena hidupnya sejatinya merana, maka perlu untuk membuat hidup orang lain juga sama merananya dengan mengungkapkan sepotong kata “kapan”.

Hidup ini cuma perkara mampir, dan dalam pemberhentian yang sementara di dunia ini manusia dihadang oleh satu “kapan” ke “kapan” selanjutnya. Pertanyaan “kapan” dari orang lain yang terkadang dengan lugas, tegas, ceplas ceplos bisa dengan mudah menggelontor di hadapan kita. “kapan” juga dibungkus dengan pita warna warni atas nama sopan santun atau ada ungkapan “kapan” yang hanya sekedar disimpan dalam hati tapi terasa ditanyakan bisik2 misalnya kalau seseorang lagi jatuh cinta tentu ungkapan “kapan” ini sudah pasti menghadang hatinya, “kapan” dia menyatakan cintanya ? atau “kapan” saat yang pas mengungkapkan rasa itu ? wuiii … kapan ?

Bahkan “kapan” juga datang dari diri sendiri, mengambil peran otokritik terhadap pencapaian2 dalam diri kita. “kapan” seharusnya bebas dari tempelan emosi dan disikapi biasa saja. Jika ada orang yang menyikapi “kapan” dengan berlebihan, bisa jadi ia sedang asyik memilih peran sebagai korban keadaan atau emosi yang timbul karena ketidakberdayaan dari pertanyaan “kapan”. Karena ia selalu ingin melewati pertanyaan “kapan” yang satu menuju pertanyaan “kapan” yang laen. Misalnya, ada tetangga membeli mobil baru hatipun panas karena ungkapan “kapan” sang istri atau kerabat dekat yang sengaja bikin hati panas untuk ikut2an beli mobil, “kapan” beli mobil baru ?. Tentu efek sampingnya akan mengusik dan mengganggu bahkan kadang membuat pendek pikir. Itu artinya mengambil jalan pintas untuk menyederhanakan persoalan atas nama melarikan diri buru2 beli mobil diluar kemampuan gaji atau buru2 kawin karena usia, buru2 punya anak tanpa kebijakan jumlah atau langkah2 gegabah lain. Nah, kalau ada tetangga yang meninggal karena bunuh diri nyemplung sumur apakah pertanyaan “kapan” juga menghadang di hati kita ? “kapan” nyusul nyemplung ?

Disinilah pertanyaan “kapan” harus dikuda2i dengan menggunakan jurus ngeles tingkat yahud dengan cara menyusun strategi bertahan. Anggap saja sebuah pertanyaan “kapan” adalah sebagai sinyal pengingat dalam hidup ini karena pertanyaan “kapan” tidak harus kita lalui dengan lebih cepat bahkan berkesan terburu2. Anggap saja “kapan” adalah sebuah belajar, soal belajar menamatkan pelajaran dari tiap tahap kehidupan. “kapan” tidak akan pergi, sebab “kapan” akan selalu melekat dan alami dalam diri kita. “kapan” itu gerbang, proses alami dalam kehidupan kita.

Hidup di dunia cuma mampir, sekedar ditanyai kapan ?

13 thoughts on “Hidup Cuma Mampir, Ditanyai Kapan ?

  1. susah jg ya mau menjawab, aku sdh terbiasa dgn budaya sini yg orgnya jarang menanyakan ttg kapan, krn di sini org tak biasa menanyakan hal hal yg menjurus ke masalah pribadi

    pas pulkam kmrn jg jarang yg nanya ttg kapan, kecuali kapan dtgnya nih mbak ?

    • mungkin ungkapan “kapan” yang akan diucapkan ke mbak Ely sebagian besar sudah terjawab, misalnya ga’ kapan nikah ? sedangkan mbak Ely sudah menikah, apa mgkn ditanya kapan menikah lagi ? hahaaa… aneh jg kn.
      Oke, kapan tidak akan pernah pergi koq mbak.

  2. Kapan bisa sangat relatif, menurut saya Mas. Bisa mencakup durasi yang tidak menentu dan misterius. Tugas kita hanyalah menyusun rencana terbaik dan terukur agar pada waktu yang kita harapkan cita-cita itu terpenuhi. Andaikan belum, ya tak usah khawatir komentar orang. Serahkan kepada Gusti Allah sebagai penentu segalanya. Kita manusia pasti punya segudang rencana yang baik-baik, dan itu semuanya tidak harus kita bagi atau komunikasikan dengan orang lain. Kita pilih-pilih saja orang mana yang perlu kita bisiki. Selamat tahun baru, Mas. Semoga 2014 penuh berkah dan banyak tercapai cita-cita. Yang bahagia.😛

    • Betul, kembalikan semua kepada Gusti Allah.
      Hampir jarang sekali saya menyampaikan ungkapan “kapan” pada orang2 sekitar.
      Selamat berganti hari juga mas Rudy, tanpa disertai ungkapan “kapan” kita kopdar ? sudah jelas2 meskipun kopdar tanpa rencana kalau kita berjodoh pasti ketemu…hehe kayak pacaran aja ya kang .

    • Iya pakdhe,
      Dulu, sebelum saya punya blog beberapa temen selalu menggelontorkn ungkapan “kapan” bikin blog ? kadang saya mengalihkn pembicaraan kalo mereka bicara tentang blog.
      Tetapi sesudah saya bikin blog sederhana, ternyata ada beberapa diantara mereka yg blm mampir ke blog saya, gantian saya tanya “kapan” mampir ke blog ku .. salam jg dari Malang untuk pakde skeluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s