Saat Aku Lanjut Usia

just another misbachPakdhe Cholik, komandan Blog Camp punya hajatan lagi setelah sebelumnya menggelar Give Away mini sehari di time line Facebooknya dengan syarat masing2 kontestannya diharuskan berfoto memakai kacamata se keren mungkin.

Kini Pakdhe menyalakan kompor gasnya untuk memacu sahabat dalam menulis. Give Away yang bertajuk Road to 64 digelar dengan syarat menulis di blog pribadi tentang usaha apa yang sudah, sedang dan akan kita lakukan saat menuju umur lebih dari 60 tahun. Sungguh kompor gas Pakdhe Cholik sangat menggojos. Inilah harapan2 sederhana jika saya diberi kesempatan untuk menjadi tua di usia 60 tahun.

Saat saya lanjut usia, sudah pasti bahwa raga ini juga terasa tua. Saya ingin memupuk kebersamaan dengan orang2 yang saya sayangi ; keluargaku, istri dan anakku. Menemaninya dengan cara menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan yang saya hadapi di usia yang semakin senja.

Saat saya lanjut usia, saat pula rambut ini mulai rontok, saat itu pula tubuh ini terasa linu. Satu hal yang pasti saya akan berusaha mempertahankan hubungan sosial atau silaturahmi yang terputus. Silaturahmi adalah kegiatan menyenangkan yang dapat menyegarkan pikiran dan hati. Karena dengan mempertahankan dan menjalin tali silaturahmi pasti membuat saya terus ceria dan menyehatkan mental. Dan yang pasti dengan silaturahmi kita akan mendapatkan ridho dari Allah Shubhanallaahu wa Ta’la. Meski tua bukan berarti kita tidak bisa bersosisialisasi.

Saat saya lanjut usia, saya itu pula saya harus perpikir positif untuk menghadapi segala hal dalam hidup ini. Karena berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran yang membangun bagi perkembangan kesehatan saya.

Saat saya lanjut usia, saat itu pula perut ini mulai membuncit. Meskipun di usia lanjut perut ini membuncit namun saya tetap menganggap bahwa saya tetap yang terseksi. Percaya diri bukanlah sesosok figur  yang sempurna dan melakukan apa saja atau memiliki penampilan fisik tanpa ada cacat sekalipun. Tidak ada manusia yang sempurna, karena modal utama yang memadai bagi diri saya adalah percaya diri meskipun dengan perut membuncit sekalipun. Jadi saya akan selalu membangun percaya diri dengan membangun sikap optimis serta selalu mensyukuri semua karunia-Nya. Alhamdulillah, perut saya yang buncit ini adalah yang terseksi.

Saat saya lanjut usia, saat itu pula kaki ini lemah untuk menopang panas dingin dunia. Seiring bertambahnya usia saya akan selalu berusaha dan beramal, bukan mempersoalkan takdir saat telah dihadapkan menjelang usia lanjut. Apapun bentuk usaha yang telah kita lakukan tidak ada yang sia2, yang terpenting berusaha selalu dekat dengan NYA, sang Khalik.

Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati sampai jumpa di kehidupan yang lain.

Giveaway-64-tahun

Tulisan diikutsertakan pada Giveaway Seminggu : Road To 64

17 thoughts on “Saat Aku Lanjut Usia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s